Pengadaan Buku DAK SD/SMP Rp 16 M Misterius

Posted: Februari 4, 2011 in kasus korupsi

Di Kendal, LSM GI Jateng Turun Investigasi

KENDAL – Ratusan ribu buku pelajaran sekolah SD dan SMP di Kabupaten
Kendal yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat,
misterius keberadaannya. Proses lelang dan pengadaan yang dilakukan
akhir November 2010, hingga kini kenyataannya belum didistribusikan ke
sekolah-sekolah yang berhak menerimanya. Pengadaan buku yang nilainya
belasan milyar tersebut, diduga syarat dengan ketidak beresan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua LSM Gerak Indonesia (GI) Jateng, Tohar,
di Kejati Semarang kepada koran ini, Rabu (19/1) kemarin. Tohar
bersama anggota timnya, menyatakan, telah menemukan indikasi kuat
ketidak beresan dengan system pengadaan buku-buku SD/SMP berasal dari
DAK Pendidikan di Kabupaten Kendal ini. Dugaan ketidak beresan
tersebut diperkuat hingga sekarang belum tersalurkannya buku-buku ke
SD/SMP di Kendal.
“Sejak awal kami sudah mengindikasikan pengadaan buku SD/SMP ini akan
ruwet. Karena pihak kontraktor sebenarnya belum ada yang siap. Namun
semua ini terkesan dipaksakan. Sehingga, jadinya ya tidak karuan.
Harusnya sudah tersalurkan, tapi hinga kini belum disalurkan. Dan yang
patut diketahui, turut diduga juga, buku-buku yang sudah dikirmkan ke
Dikpora Kendal tidak memenuhi spesifikasi dan lulus push book.
Sehingga, pihak Dikpora sendiri masih bingung nampaknya,”ungkap Tohar,
kemarin.
Dari data LSM GI Jateng ini, rinciannya untuk SD ada 426800 buku.
Sedang SMP berjumlah 156400. Tohar berharap, agar Dikpora Kendal
segera melaksanakan tugas dan wewenangnya untuk minta tanggungjawab
terhadap pemenang tender DAK SD/SMP untuk mendistribusikan
buku-bukunya ke pihak sekolah yang menerimanya.
Ada dua pemenang tender pengadaan buku DAK SD/SMP tersebut.  Menurut
LSM GI ini, adalah PT. AI. Dan PT. BI, keduanya berkedudukan di
Semarang. Ada indikasi kuat ketidak beresan dalam pengadaan buku DAK
SD/SMP ini akan dilakukan investigasi lebih lanjut oleh LSM yang
bergerak di bidang pendidikan di Jateng ini.
Pihak panitia lelang dariDinas Marga dan Pengairan Kabupaten Kendal,
saat dikonfirmasi, membenarkan adanya data hasil lelang pengadaan buku
SD/SMP berasal dari DAK tersebut. Lelang buku DAK SD/ SMP tersebut
dilaksanakan oleh Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Propinsi
Jateng pada 24 November 2010. Pemenangnya, PT. BI dan PT. AI. Keduanya
berdomisili di Semarang.
Terkait dugaan buku yang bermasalah karena belum tersalurkan ke pihak
sekolah-sekolah tersebut, pihak panitia lelang dan Dinas Binamarga dan
pengairan tidak tahu menahu soal tersebut. Salah seorang panitia,
Sudaryanto, saat ditemui koran ini mengaku, dirinya hanya bertugas
sebagai panitia lelang. Setelah proses selesai, semua tanggungjawab
berada diintansi yang memiliki wewenang.
“Dana Alokasi Khusus Pendidikan, ya pada Dikpora (Dinas Pendidikan,
Pemuda dan Olahraga) Kendal. Kami haya memfasilitasi proses
pelelangannya saja. Adapun soal belum beredarnya buku-buku tersebut,
itu sepenuhnya ada ditangan Dikpora. Tinggal isi kontraknya bagaimana,
apakah harus selesai pada tahun 2010, atau bagaimana, itu yang lebih
tahu pihak Dikpora Kendal,”ujar Sidaryanto, pejabat Dinas Marga dan
Pengairan Kabupaten Kendal yang menjadi panitia lelang DAK Pendidikan
Kendal, kepada koran ini di kantornya, Selasa (18/1) kemarin.
Kepala Dinas Dikpora Kendal Drs. Teguh Dwidjanto, saat dikonfirmasi di
kantornya, mengakui buku-buku tersebut memang belum disalurkan.  Saat
ini buku-buku itu masih digudang dan dalam proses pngepakan. Soal
tanggungjawab pendistribusian buku-buku ke sekolah-sekolah adalah
adalah pihak rekanan, dalam hal ini PT. BI dan PT. AI Semarang.
Terkait masih menumpuknya buku-buku tersebut, pihaknya mengaku tidak
masalah. Karena dalam lembaran kontrak dengan dua perusahaan penerbit
dan percetakan tersebut, buku-buku harus masuk digudang dulu dan
selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan.
“Setelah kami periksa buku-buku itu, baru nantinya disalurkan.
Pokoknya, pada prinsipnya proses pengadaan lelang tidak bermasalah.
Sudah sesuai prosedur dan sesuai spesifikasi. Jadi saya jamin tidak
masalah,”terang Drs. Teguh Dwidjanto, di kantornya kemarin. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s