Wacana Bupati Kendal Gratiskan Kios Pasar Boja

Posted: Januari 13, 2011 in NYOROT PEJABAT

Alex: Uang yang Masuk Kasda Tidak Bisa Ditarik!

Janji Bupati Kendal dr. Hj Widya Kandi Susanti HB, MM yang akan
menggratiskan kios pasar Boja, akhirnya bakal kandas alias tidak
terwujud.  Padahal, janji  Bupati Kendal tersebut pernah disampaikan
langsung pada saat sidak (inspeksi mendadak) didepan ratusan pedagang
pasar penghuni kios dan los pasar Boja yang baru dibangun akibat
kebakaran pada  akhir Mei 2007 silam.

Buktinya, Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah (DPPKD)
Kabupaten Kendal, Alex Supriyono, SH, MM dengan tegas menyatakan, apa
yang disampaikan Bupati Widya tersebut  tidak sesuai aturan
perundang-undangan yang tertuang  pada Perda Kabupaten Kendal itu
sendiri. Dikatakan Alex, uang yang sudah masuk ke Kas Daerah (Kasda)
tidak boleh ditarik kembali.

“Jadi, uang yang sudah masuk ke Kasda tidak boleh ditarik kembali.
Terkait dengan pernyataan Ibu Bupati  yang akan mengembalikan uang
pedagang yang sudah disetorkan ke Kasda, itu tidak bakal terwujud.
Karena secara jelas melanggar aturan Perda itu sendiri,”ujar Alex,
saat dihubungi ini, melalui ponselnya.

Makin jelas, pada Senin (10/1) lalu, Alex Supriyono bersama Kepala
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal,  Hj, Dra. Eny Widaryanti dan
jajarannya, termasuk Muspika Kecamatan Boja melakukan pertemuan dengan
sejumlah perwakilan pedagang yang menempati kios dan los pasar Boja di
komlek pasar Boja sendiri. Dalam pertemuan tersebut, Alex menyebutkan,
dari pasal per pasal sesuai Perda Kabupaten Kendal yang ada,
kepemilikan kios atau los di pasar Boja tidak boleh gratis. Namun ada
celah, yakni memberikan hadiah pada pemilik kios, diberikan potongan
harga 50 %.
Salah seorang pemilik kios Ferra, saat ditemui mengaku, pihaknya
kurang sreg dengan penjelasan Alex. Pasalnya, diskon sebesar 50% dari
total harga Rp 35 juta yakni Rp 17,5 juta hampir semua pemilik kios
sudah membayarnya. Sehingga, apa yang dikatakan Bupati Kendal tersebut
sama saja tidak bisa menggratiskan.

“Semua pedagang pasar Boja sini sudah tahu pak, ketika itu Bupati
Widya sedang sidak ke sini lalu menyampaikan akan menggratiskan untuk
kepemilikan kios atau los pasar Boja. Jika sudah ada yang membayar,
uangnya akan dikembalikan. Sejak itulah, semua pedagang berharap bisa
uang tersebut kembali lagi. Karena uang itu kebanyakan hasil hutang
juga,”aku salah seorang pemilik kios toko busana Ferra, kemarin.

Menarik tentunya, unik serta patut dijadikan penelusuran hingga
tuntas. Yah…..berawal diruangan kerja Bupati Widya inilah awal wacana
menggratiskan kios dan los di komplek pasar Boja yang bekas kebarakan
tersebut tersebut. Bagaimana wacana itu sampai terlontarkan? Ada siapa
saja? Dan mungkinkan ada sekenario manajemen politik dibalik ini
semua?  (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s