Sudah Berbekal Pendukung Mutlak 30 Ribuan

Posted: Mei 12, 2010 in NEWS POLITIK

Calon Bupati Jalur Independent Nomor 4

KENDAL – Pemilihan umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Kendal periode tahun 2010-2014 tinggal menunggu hitungan hari. Pemilukada diwilayah Jateng, hanya di Kabupaten Kendal saja calon dari independent yang lolos dari hasil verifikasi KPU. Ini sejarah baru, dan diprediksikan para pengamat politik di Kendal, dia adalah sosok yang diramalkan jadi kuda hitam diantara lima kandidat yang sudah ditetapkan oleh KPU Kendal. Siapa calon independent yang banyak diramal menang dalam pemilihan Bupati Kendal pada 6 Juni 2010 mendatang ini?

Rabu (12/5) kemarin, KPU Kendal telah mengundi nomor urut dari lima kandidat calon Bupati dan calon wakil bupati Kendal periode 2010-2014 di kantornya, Jl. Soekarno – Hatta 337 Kota Kendal. Diantara lima calon, adalah Ir Supriono – Nasihin JR. Pasangan inilah yang berangkat dari jalur independent. Dia mendapat nomor urut 4. ya, mengingatkan nomor urut Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang saat Pilgub Jateng 2009 lalu mendapat nomor urut 4.

Saat proses pengundian nomor urut, hanya pasangan independent yang tampak sederhana. Tidak seperti cabup-cawabup lainnya. Nampak hingar bingar diiringi masa pendukungnya. Sekalipun tidak sebanyak iringan pendukung, namun pasangan indepndet yang menyebut dirinya SUNAN ini, tetap terlihat fresh dan mantap langkahnya. Selama ini tidak ada satupun media yang mengangkat jalur independent ini. Sehingga dia terlihat anteng-anteng dan tidak tampak bergerak. Namun kenyataannya, tim pemenangan yang diterapkan oleh SUNAN ini, sangat rapi dan sulit terdeteksi. Hingga kini, data yang diperoleh METEOR, pendukung yang menyatakan siap memenangkan SUNAN ini sudah mendekati angka 180 ribuan orang. Angka yang fantastis dan sulit dipercaya.

Pengamat politik di Kendal, Nur Cahyo yang kini aktif didunia perburuhan baik tingkat Kendal maupun Jateng ini, menilai pasangan independent SUNAN ini adalah pilihan alternatif bagi masyarakat yang bosan dengan kandidat calon bupati maupun wakil bupati yang diusung parpol. Menurut pengamatan dia, pasangan Ir Supriono – Nasihin JR bisa tidak terduga malah menjadi pemenangnya. Pasalnya, dari jumlah kandidat yang ada, hanya pasangan ini yang dilihat paling kalem dan memiliki visi-misi yang jelas, terutama untuk kemaslahatan umat pada umumnya di Kendal. Khususnya, soal olahraga sepak bolanya yang mayoritasnya didukung anak-anak muda yang berpotensi.

Bolah saja kandidat-kandidat lainnya mengumbar kumpulan dan membentuk tim sukses dimana-mana. Tapi toh justru itu bisa membias karena saking banyaknya tim akhirnya tidak terkontrol. Lain dengan setrategi pasangan pak Pri ini (panggilan akrab Supriono, red), dia sangat lihai dan didukung tim yang sulit terdeteksi. Dia tidak perlu ramai diluar, tapi kompak dan satu komandonya yang sangat kuat,”kata Nur Cahyo, yang akrab disapa Darmo Munyuk ini, kepada koran ini kemarin.

Ditambahkan dia, bekal menuju kesuksesan SUNAN sudah dapat dibaca dari kelolosannya. Tidak mudah jalur pasangan calon bupati – calon wakil bupati dari independent bisa lolos ditingkat verifikasi. Hampir belum ada, untuk tingkatan pemilukada di Jateng. Pasalnya, syarat mutlak harus mengumpulkan data pendukung minimal 32 ribu dukungan dengan dilengkapi foto kopi KTP.

Bisa diprediksikan, belum bergerak saja sudah mengantongi dukungan 30an ribu. Hingga saat ini, dukungan jumlah tersebut masih kompak dan tetap konsisten. Tidak usah muluk-muluk, jika pendukung ini mampu menggandeng lima orang saja, sudah dapat dihitung, yaitu seratus lima puluh ribu. Belum lagi pendukung dari kalangan PNS yang diam-diam pilih dia,”paparnya.

Masih menurut Cahyo, prediksi calon perseorangan ini ternyata memiliki kekuatan dari pendukungan PNS sendiri. Supriono, adalah PNS mantan Kadinas DPU Kendal yang kini menjabat ketua KONI Kendal dan Persik (Perastuan Sepak Bola Indonesia Kendal). Selama sepak bola dikemas ditangannya banyak kesuksesannya. Terlebih selama Bupatinya masih dipegang Hendy Boedoro, olahraga sepak bola berhasil meraih keemasannya. Namun saat Bupatinya Siti Nurmarkesi, sepak bola di Kendal mati kutu.

Supriono sendiri ketika ditemui koran ini menyatakan, kesiapannya dalam pemilukada Kendal ini sudah diperhitungkan dengan matang. Baik berbicara soal anggaran maupun peta politiknya sudah dirancang sedemikian matangnya, sehingga langkah mantapnya sulit terbendung.

Diawali dengan niat, saya seorang PNS yang sudah banyak makan garam tentang kebirokrasian. Tak jamin, jika nanti terpilih tidak ada PNS yang gegeran. Tetep kondusif karena saya tidak memiliki kepentingan politik dengan parpol. Selain para PNS tidak saling musuhi, apalagi mencurigai satu sama lain akibatnya tidak ada kebijakan yang sehat. Asya lahir dan menetaskan hidup dari PNS, tentunya PNS dulu yag harus disinegrikan. Dilanjut dengan kebijakan untuk kemakmuran masyarakat. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s