Pegawai Pemdes Pemkab Kendal Terancam Dipecat

Posted: Februari 26, 2009 in sorotan pejabat kendal

Buntut Karena Miliki WIL Sampek melahirkan

KENDAL – Ini peringatan bagi pegawai tidak tetap alias PTT yang suka main selingkuh. Selain kariernya terancam dipecat, masa depannya sedikit suram. Seperti yang dialami PTT Pemerintah Desa (Pemdes) Kabupaten Kendal, berinisial Pras (27). Dia kini lagi menghadapi gugatan pidana dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Pengadilan Negeri (PN) Kendal dari mantan istrinya, PN (27). Kemarin, rencana sidang dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa Pras ini, harus ditunda lantaran Jaksa Kendal belum siap dengan tuntutannya. Pihak korban KDRT yang memiliki tubuh mulus dan bersih ini (PN,red), saat ditemui koran ini di PN, ia mengaku sangat kecewa. Kecewa dengan persidangannya selama ini yang dianggap kurang memberikan arti keadilan bagi dirinya. Selain itu, ketika dia melaporkan kejadian kasus ini ke Polres Kendal, hanya kata ‘melantarkan’ saja yang ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Padahal selain penganiayaan juga melaporkan terkait dugaan perzinahan suaminya terhadap perempuan lain. “Disitu sudah saya jelaskan, saya itu mengalani kekerasan fisik, disuir hingga merasa sakit. Ada saksi ketika dia (Pras,red) mengusir dan saat itu ada temannya dari anggota TNI). Adan yang tidak habis pikir, perzinahan yang dilakukan oleh suami saya (saat ini sudah cerai) terhadap perempuan kok tidak disinggung. Dan kasus perzinahan ini kini sudah melahirkan anak,”aku korban PN, kepada METEOR, kemarin. Diungkapkan PN, saat ia belum berpisah dengan Pras, dugaan perzinahan yang dilakukan suaminya itu sudah pernah dilaporkan ke Inspektorat Kabupaten Kendal. Terus dilanjutkan ke intansi Pras bekerja, yaitu Pemdes. Namun apa yang terjadi, pejabat Pemdes malah menawarkan agar PN damai bersama Pras (saat itu masih menjadia suaminya). “Sampai tiga kali saya mau damai. Awalnya aku pingin cerai saja. Tapi pejabat Pemdes malah memberikan wejangan kepadaku, kalau aku sampai cerai malah yang rugi. Dan karena ada surat pernyataan, kalau Pras tidak akan lagi melakukan hubungan dengan perempuan lain, akhirnya aku mau berdamai. Tapi, ternyata dibelakang hari ada perempuan yang hamil karena ada hubungan dengan Pras. Ini yang tidak saya terima. Anehnya, dikala ada perempuan hamil, mendadak aku malah yang cieraikan. Ini ada apa?”beber PN, sembari meneteskan air matanya ketika mencerikana pengalaman pahitnya kepada METEOR, kemarin. Sementara, Jaksa Eli ketika dikonfirmasi terkait kasus yang dialami PN ini mengatakan, seharusnya agenda tuntutan terhadap terdakwa Pras memang sudah terjadwal. Namun karena kasus ini masuk KDRT, maka tuntutannya harus menunggu dari Kajati Jateng.”Kami belum bisa memberikan kepastian. Bisa jadi dua minggu hingga satu bulan. Dan untuk tuntutan kasus KDRT ini, ada dua yaitu bisa hukuman jerat pidana dan hukuman denda,”kata Jaksa Eli, kepada koran ini di kantornya, Kamis (26/2) kemarin. Sementara, Kabag Pemdes, Winarno, ketika hendak dikonfirmasi koran ini sedang tidak berada ditempat. Menurut salah seorang stafnya, apa yang sedang dialami Pras ini sudah diketahui banyak pihak. Dan kebijakan pemerintah untuk mencopot Pras, tinggal menunggu waktu.”Wah, kalau pegawai PTTini rawan. Jika sampai dilaporkan dan masuk sidang, kariernya mesti dipecat. Apalagi putusannya sampai membuktikan dia bersalah. Habis deh kariernya,”ucap salah seorang staf Pemdes Kendal, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada koran ini, kemarin. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s