RP2K Kendal dan Pengurus Parfi Menilai Wabup Markesi Jaim

Posted: Februari 9, 2009 in sorotan pemerintahan

Buntut Mendirikan Pos Dapur Umum di Rumdin, Bukan Dilokasi Banjirnya

KENDAL – Wakil Bupati (Wabup) Kendal Dra Hj Siti Nurmarkesi dituding kurang tepat dan tidak etis telah mendirikan posko bencana dan dapur umum bencana banjir di rumah dinasnya, Senin (9/1) kemarin. Protes disampaikan sejumlah kalangan LSM kepada koran ini, kemarin. Seharunsya, dapur umum tersebut didirikan di lokasi-lokasi pemukiman warga yang langsung terkena banjir. Karena kegiatannya itu, akhirnya Wabup Markesi ini dicap jaim alias jaga image.

Ketua LSM Relawan Penegak Kebenaran dan Keadilan (RP2K) Kabupaten Kendal, Somad kepada koran ini mengatakan, terkait Wabup Markesi mendirikan pos dapur umum yang tujuannya untuk membantu masyarakat karena kena bencana alam ini sungguh dinilai tidak tepat. Selain tidak tepat, ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan politik karena dalam wakktu dekat menghadapai pemilu.

Seharusnya, kalau memang Bu Wabup Kendal ini mau mbantu kesusahan masyarakatnya yang kena kebanjiran, buat dapur umum seharusnya dilokasi-lokasi yang dekat banjirlah. Lha bagaimana masyarakat bisa terbantu, wong keluar rumah saja sudah susah. Inikkan hanya jaga image (jaim) saja,”ujar Somad, kepada koran, kemarin.

Dengan tegas Somad menyatakan, apa yang dilakukan oleh Wabup Kendal ini patut dipertanyakan maksud dan tujuannya. Yang jelas, kegiatan yang awalnya akan dinilai mulia pada akhirnya akan negatif.”Maksudnya baik, tapi dibalik tujuannya itu kurang tepat. Apa tidak ada tempat lain yang lebih dekat dengan masyarakat,”tandas Somad, kepada koran ini. Somad, sebelumnya adalah aktifis yang dikenal membantu salah seorang caleg dari Golkar Dapil 2, meliputi Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong.

Sementara, Aktifis muda dari Kendal Robert Kulius Sinaga, juga menyayangkan sikap Wabup Kendal yang mendirikan dapur umum di rumah dinasnya. Menurutnya, apa yang dilakukan Wabup ini memiliki maksud lain dari upaya memberikan bantuan pada masyarakat. Bahkan sempat ususl untuk mendirikan posko banjir di GOR Bahurekso Kendal, tapi malah ditolak oleh pihak pengurus GOR Bahurekso sendiri.

Seharusnya saudara Wabup Markesi mendirikan pos dapur umum ini ditempat netral. Jangan di rumah dinas yang dinilai justru mau mbantu tapi masih menyengsarakan masyarakat. Mengapa? Masyarakat yang lagi kena musibah banjir malah disuruh ambil makananan di rumah dinasnya. Inikan aneh, dan sangat tidak masuk akal. Saya sendiri mendukung ada posko dapur umum karena untuk membantu kesusahan masyarakat. Tapi kalau modelnya kaya begini, kan tetap masyarakat sendiri yang pada akhirnya susah. Arti kata, pemimpin mau menolong tapi tanggung gitu loh,”ujarnya.

Seperti dalam pantauan koran ini, selama Kendal diserang banjir, pihak Pemkab Kendal tidak mendirikan posko peduli banjir dipinggir-pinggir jalan raya. Padahal, banyak masyarakat yang membutuhkan. Hal ini juga diprotes sebagian masyarakat. Paling utama yang dusulkan adalah di GOR Bahuresko Kendal dekat alun-alun yang lokasinya berhadapan dengan kantor Pendopo Bupati Kendal.

Saya sempat usul ke Bu Ning (Kabag Umum), dan dia sudah menyatakan siap. Tapi kenaapa tidak jadi. Itu saya usulkan sejak hari pertama banjir (Minggu, 8/1). Dan saat saya desak, ternyata dari pihak GOR sendiri yang menolak dengan alasan yang kurang jelas. Okehlah, kalau asalannya hari ini (Senin, 9/1) GOR diduganakan untuk acara resepsinan, kan cuma sehari. Dan posko tidak harus didalam GORnya. GOR ini salah satu pusat orang-orang yang lewat dan membutuhkan bantuan adri Pemkab. Wong dananya ya dari APBD Kendal, kok repot-repot,”tandas Robert yang juga pengurus Persatuan Artis dan film indonesia (Parfi) Jateng ini, kemarin.

Sementara, Plt Kabag Humas Pemkan Kendal Drs Hery Warsito, ketika dikonfirmasi koran ini mengatakan, sangat menyayangkan jika ada pihak-pihak yang protes dengan pendirian posko dapur umum di rumah dinas Wabup tersebut. Hal ini, kata dia sangat aneh jika ada yang sampai protes. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s