Gara-gara Mapolres Kendal Banjirrrrrr….

Posted: Februari 8, 2009 in sorotan pemerintahan

6 Jam Jl Raya Kendal Lumpuh, dan Ribuan Rumah Kebanjiran

KENDAL – Gara-gara sungai Kali Blorong depan Mapolres Kendal meluap hebat hingga ketinggian air mencapai 80 cm ke Jalan Raya, ribuan kendaraan mobil pribadi dan truk macet hingga mengakibatkan jalan utama sepanjang Kota Kendal lumpuh total hingga enam jam lebih. Mapolres Kendal sendiri kebanjiran berat. Dari pantauan koran ini dilapangan, kemacetan baik dari arah dari barat dan timur. Kejadian ini terjadi sejak pukul 11.00 siang hingga sekitar pukul 17.30 kemarin sore, kondisi jalan masih macet.

Banjir ini diakibatkan guyuran hujan di wilayah Kabupaten Kendal selama sehari semalam sejak Sabtu hingga Minggu (8/1) sore kemarin. Pantauan koran ini, kantor Kabupaten Kendal kebanjiran. Tak terkecuali, selain Mapolres Kendal, kantor Kejari dan PN Kendal, serta Gedung DPRD setempat juga tak luput dari ‘kemarahan’ air ini. Pemukiman warga di seluruh wilayah Keluarahan masuk Kecamatan Kota Kendal kebanjiran. Terparah di Kelurahan Kebondalem dan Langenharjo. Dan setiap banjir ini, paling langgananan adalah markas Koramil Kota Kendal.

Terparah di Jln Raya Kertomulyo Brangsong, ketinggian air hingga 1,5 meter. Banyak kejadian kecelekaan di jalan ini. Namun data dari Satlantas Polres Kendal, tidak ada kejadian korban jiwa dari kecelakaan tersebut. Namun ditempat lain, persisnya diperlinatasan rel KA Kaliwungu Kendal, seorang pengendara tewas setelah terlindas roda truk. Korban adalah Fauzi (20), warga Gg Nangka, Kelurahan Langenharjo Kota Kendal. Kejadian ini Sabtu (7/1) malam. Saat itu, ketika hujan deras, korban hendak melintasi rel KA. Namun ditengah roda depan terpeleset dan terjatuh. Saat bersamaan korban jatuhh, Bus Trimulyo jurusan Jakarta-Surabaya dari belakangnya langsung melindasnya. Korbanpun tewas seketika dengan luka menegnaskan.

Banjir juga memaksa jalur Kerata Api (KA) lumpuh diwilayah Kendal. Tiga lokasi rel KA, yakni diatas Kali Damar, Desa Nawangsari, Kecamatan Weleri dan Kali Blorong di Desa Tosari, Desa Sudipayung, Kecamatan Brangsong terjadi longsor. Pondasi bantalan rel tergerus arus sungai yang sangat kencang. Bantalan rel terangkat ke atas.
Karena dinilai membahayakan, kereta api dari arah barat dan timur tidak berani melewati jalur tersebut. Dua kereta api, yakni KA Ekonomi Tawang Jaya jurusan Senen-Semarang dan KA Eksekutif Harina jurusan Bandung-Semarang tertahan di Stasiun Kereta Api Weleri.

Wabup Markesi Cepat Tanggap

Sementara, Plt Kabag Humas Pemkab Kendal Heri Warsito mengatakan, akibat banjir kali ini, ribuan rumah dipastikan kena dampaknya. Jalur pemukiman warga dan jalan kebanjiran. Menghadapai musibah alam ini, kata dia, Wabup Kendal Dra Hj Siti Nurmarkesi beserta staf dn Bagian Dinas yang terkait seperti Kadinas Pengairan Sugiono langsung turun ketengah-tengah masyarakat memberi bantuan.

Ditambahkan Heri Wasito, sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) mengungsi, sejumlah orang tua juga langsung di evakuasi menggunakan parahu karet milik Badan Kesbangpol dan Linmas. Menurutnya, Wabup Markesi langsung memerintahkan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di SDN 2 Kertosari dan disejumlah titi wilayah yang dianggap rawan. Selain itu, bantuan berupa nasi bungkus 700 paket dan memberikan bantuan selimut telah dikasihkan warga.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, banjir kali ini menerjang disejumlah wilayah. Diantaranya, Kecamatan Kendal, Cepiring, Kangkung, Weleri, Brangsong, Rowosari, Kaliwungu, Pegandon dan Ngampel. Paling parah terjadi di Desa Karangmulyo, Kecamatan Pegandon. Ketinggian air mencapai 2 meter. Akibat ketinggian air itu, ratusan KK terpaksa mengungsi. Daerah lain yang mengalami banjir parah di Kelurahan Ketapang, Kelurahan Candiroto Kecamatan Kendal dan Dukuh Srogo, Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.
Sementara, data dari Kesbangpol dan Linmas Pemkab Kendal menyebutkan, hampir semua kecamatan bagian bawah di Kendal terjadi musibah banjir dengan kuantitas yang berbeda. Sedikitnya 5000 rumah dan 200 hektar area persawahan terendam banjir. Meski tidak ada korban jiwa pada musibah banjir kali ini namun kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai miliaran rupiah. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s