Tiga Anggota Dewan Batang Diperiksa Dugaan Korupsi

Posted: Juni 30, 2008 in kasus korupsi

SEMARANG– Tiga anggota DPRD Batang yang semula sempat mangkir, Senin (22/6) kemarin akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Ketiganya adalah Zaenal Faizin, Munawir dan Subchan Effendy. Di kantor Kejati Jateng Jl Pahlawan, ketiganya langsung diperiksa di ruang penyidikan oleh penyidik pada Asisten Pidana Khusus Kejati.

Para anggota dewan itu dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan penyimpangan program asuransi jiwa pada APBD 2004 Batang dengan tersangka Bupati Batang Bambang Bintoro. Saat itu, ketiganya menjabat sebagai anggota DPRD Batang periode 1999-2004.

Pemeriksaan berlangsung tiga jam dimulai pukul 09.00 oleh Kasi Penyidikan pada Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Gatot Guno Sembodo. Aspidsus Uung Abdul Syakur yang didampingi Gatot usai pemeriksaan mengatakan bahwa penyidik mengajukan 15 pertanyaan seputar pembagian uang yang dilakukan di ruang Mawar Setda Batang.

Cuma 15 pertanyaan yaitu seputar pembagian uang di ruang Mawar setda Batang,” kata Uung pada wartawan.

Menurut Aspidsus Uung, Ketiganya seharusnya dipanggil Kejati pada hari Rabu (18/6) dan Kamis (19/6) lalu, tetapi tidak datang dengan alasan surat panggilan terlambat. Selain ketiganya dipanggil pula bersama mereka yaitu Nurcholis, Untung SIP dan Drs Riharso. Sedangkan Drs Riharso dikabarkan sakit, dan Nurcholis serta Untung belum ada keterangan sampai sekarang.

Lebih lanjut dijelaskan, Kejati akan memanggil ketiganya untuk keduakalinya, jika tidak datang dalam panggilan ketiga, Kejati dapat memanggil paksa. Kejati juga telah melayangkan surat panggilan kepada dua anggota Dewan lainnya yakni HM Sulthon dan Sarodji SE. Sesuai jadwal panggilan pada surat, keduanya seharusnya datang pada Kamis (26/6) mendatang.

Enam anggota Dewan Batang yang telah dipanggil tersebut merupakan bagian dari 11 anggota DPRD setempat yang rencananya akan dimintai keterangan Kejati. Pemeriksaan ke-11 anggota Dewan dilakukan setelah penyidik mengantongi surat izin pemeriksaan dari Gubernur Jateng Ali Mufiz.

Untuk diketahui kasus dugaan korupsi tersebut yaitu soal asuransi APBD Batang 2004. Modusnya setelah premi asuransi keluar dari perusahaan asuransi jiwa tidak disetorkan ke kas daerah. Tetapi oleh Bupati Batang dibagikan ke anggota Dewan. Sesuai audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng yang diterima Kejati Februari lalu, kerugian ditaksir senilai Rp 796 juta ditambah Rp 35 juta, sehingga totalnya menjadi Rp 831 juta. (tio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s