Mantan Bos BPD Jateng Divonis 1, 5 Tahun

Posted: Juni 30, 2008 in kasus korupsi

SEMARANG-  Dua terdakwa kasus dugaan korupsi pemberian kredit macet dari BPD Jateng kepada PT Tensindo Sejati tahun 1995, Kamsuri SH MM (mantan Direktur Pemasaran BPD Jateng) dan Widjiyanto SE MM (mantan Direktur BPD Jateng Cabang Semarang) dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Semarang. Hukuman terhadap kedua terdakwa itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwirjo SH yang meminta hukuman pidana enam tahun pejara kepada terdakwa.

Majelis hakim yang diketuai hakim Amiryat SH, dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (26/6) petang menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah karena secara melawan hukum memperkaya PT Tensindo Sejati dengan cara merugikan keuangan negara (BPD).

Pertimbangan majelis hakim, dalam hal melawan hukum adalah, keduanya menjalankan perintah atasannya, Panoet Harsono (almarhum) selaku Dirut BPD Jateng saat itu, meski tahu bahwa jika perintah itu dilaksanakan sebenarnya melanggar aturan. Hal yang meringankan Kamsuri dan Widjiyanto adalah,  masing-masing terdakwa tidak menikmati kredit. Atas pertimbangan itu pula, hakim tidak membebani denda terhadap keduanya. Dalam perkara itu jumlah kerugian negara mencapai sebesar 3,116 juta dolar AS. Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primer Pasal 1 ayat 1 butir a Pasal 28 jo Pasal 34 sub a, b, c UU No. 3/1971 tentang Pemberantasan Korupsi.

Mendengar vonis hakim, kedua terdakwa  yang didampingi dua penasehat hukumnya Ansori Harsa SH dan Ari Widiyanto SH langsung menyatakan banding.  Sedangkan JPU masih pikir-pikir dengan putusan hakim tersebut.

Untuk diketahui, kasus itu berawal pada 5 Juni 1995, tanpa persetujuan Dewan Pengawas, Kamsuri membuat surat pencairan valas dolar AS kepada Bank Umum Nasional (BUN) agar penempatan valas milik BPD Jateng dipindahbukukan ke Tensindo. Kemudian Kamsuri menemui Panoet, Afen Siswoyo dan Beng Siswoyo dari Tensindo menemui Widjiyanto. Panoet bersedia ikut menandatangani 12 perjanjian kredit, tetapi saat ditandatangani itu, baru satu perjanjian saja yang diberi tanggal sedang sebelas lainnya baru diberi tanggal setelah pengucuran dana. Tensindo hingga saat ini tidak bisa membayar angsuran kredit. Sementara BPD Jateng kesulitan melakukan eksekusi terhadap barang jaminan karena tidak ada hak jaminan.

Dari audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng, Tensindo baru membayar USD 2,433 juta. Sehingga kerugian negara akibat tindakan yang ditimbulkan kedua terdakwa adalah sebesar  USD 5,6 juta dikurangi USD 2,433 juta jadi totalnya USD 3,166 juta atau dengan kurs sekitar Rp. 7,9  Trilyun. (tio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s