Detik-detik Coblosan Pilgub Jateng, Kejati Digilir Aksi Demo Korupsi

Posted: Juni 16, 2008 in NEWS POLITIK

Prasodjo: Itu Demo Bayaran!

SEMARANG – Suasana mendekati coblosan pilihan Gubernur (Pilgub) Jateng pada Minggu (22/6) mendatang, Senin (16/6) kemarin kantor Kejaksaan Tinggi Kejati Jateng digoyang aksi demo korupsi. Dua Cagub dan seorang cawagub yang kena ‘serangan’ aksi yang digelar kelompok-kelompok LSM tersebut. Benarkah mereka beraksi murni karena penegakan hukum?

Uniknya, aksi demo tersebut bergiliran hingga ada tiga gelombang. Aksi yang pertama adalah dari Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) yang seperti biasa menyoal Cagub Partai Demokrat-PKS, Sukawi Sutarip soal dugaan Korupsi Dana Komunikasi APBD 2004. Sekitar 30-an massa Ampuh dipimpin koordinatornya, Rahmulyo Adiwibowo menanyakan mengapa penanganan kasus tersbut seperti sengaja didiamkan hingga kini. “Saya juga menanyakan apakah Surat Izin Pemeriksaan ke Presiden sudah dilayangkan,” ujar Rahmulyo.

LSM Ampuh masih beraksi, puluhan massa lain yang tergabung dalam Gerakan Laskar Anti Korupsi Jawa Tengah (GALAK) mendadak menggeruduk Kejati. Kelompok ini menyerang Cagub PPP-PAN, M. Tamzil soal dugaan korupsi proyek renovasi rumah Dinas Bupati tahun 2005. Setatus M. Tamzil sebagai penanggungjawab proyek dipertanyakan. Massa juga menuntut Bupati Kudus itu ditetapkan sebagai tersangka.

Terakhir, giliran Solidaritas Rakyat Anti Korupsi (SORAK) menggoyang Cawagub PDIP pasangan Cagub Bibit Waluyo, yaitu Rustriningsih. M. Mukron Al Malik sebagai pemimpin aksi menagih janji Kejati yang akan mengumumkan progress report penyelidikan kasus Bupati Kebumen tersebut. Untuk Rustri, kasus yang dipersoalkan adalah dugaan penyimpangan dalam beberapa proyek seperti rumah sakit dan renovasi rumah Dinas Bupati.

Kejati akhirnya menerima perwakilan dari masing-masing pendemo dan mendengarkan tuntutan mereka. Ketika menerima audiesi pendemo, Kejati diwakili Asisten Pidana Khusus Uung Abdul Syakur, Asintel Pudji Basuki dan Kasi Penyidikan Gatot Guno Sembodo.

Kami berterimakasih atas dukungan teman-teman yang saya yakin akan menjadi penyemangat bagi kami dalam menegakkan hukum. Tetapi kami tidak bisa menginformasikan banyak hal. Terkait teknis, langkah-langkah dan segala A, B, C-nya itu adalah kewenangan kami. Tetapi saya harap masyarakat tetap mempercayai kami dan yakin bahwa kami tetap professional,”papar Asidsus Uung di depan perwakilan pendemo.

Sementara, Haryanto dari Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jateng ini menilai, bahwa aksi demo tersebut adalah upaya pendiskreditan dan pembusukan tokoh (Cagun dan Cawagub). Hal itu dikatakan Haryanto setelah dihubungi wartawan terkait aksi LSM Ampuh di Kejati tersebut. Menurutnya, bahwa demo Ampuh tidaklah murni apsirasi penegakan hukum. Orang-orang di dalam Ampuh, kata dia, beberapa dikenalnya dan kebanyakan adalah bekas kader Demokrat yang hengkang setelah tidak dapat posisi pada restrukturisasi lalu.

Jadi, mereka  itu adalah sekumpulan orang-orang yang kecewa dan sakit hati, dan demo itu bermuatan dendam pribadi.,” ujar Prasodjo. Dikatakannya, ia bahkan mendapatkan pengakuan sendiri dari anggota Ampuh bahwa demo itu demo bayaran. Per kelompok mendapatkan dana Rp. 2,5 juta untuk sekali demo.

Lalu siapa yang membayar? Disebutkan politikus Demokrat Jateng tersebut bahwa yang diduga dibalik aksi demo tersebut adalah seorang oknum anggota DPRD Jateng. “Inisialnya SB, dia anggota komisi A, tulis saja yang besar biar dia mencari saya dan akan jadi berita bagus lagi,”tegasnya. (tio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s