Urip Jen Susah, Pilih Mati Nggantung

Posted: Juni 14, 2008 in ISDETH

SEMARANG – Tak kuat menangung beban hidup dan masalah keluarga yang kian pelik, Sukarman (28), warga RT 4 RW 5, Perumahan Bumi Wanamukti, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang Semarang nekat mengakhir hidupnya dengan cara gantung diri. Pengusaha daur ulang plastik ini, Kamis kemarin sekitar pukul 12.30 ditemukan tewas menggantung di lantai III rumah makan ”Santiago” milik Robin Permata (53) di Jalan Pleburan Barat nomor 42 D Semarang.

Korban ditemukan gantung dengan seutas tali kabel yang diikatkan di tangga lantai tiga yang menuju ke loteng. Tubuh korban sudah membiru dan cairan yang keluar dari mulut dan hidungnya juga sudah kering. Diduga korban sudah gantung pada malam hari. Dan saat itu korban mengenakan kaos dalam warna hitam dan celana jin’s pendek berwarna biru. TV dan kipas angin di kamar masih dalam kondisi menyala

Informasi di TKP menyebutkan, kali pertama yang menemukan korban dalam kondisi “menakutkan” adalah seorang pelayan rumah makan tersebut, Tri (15) pada saat akan mengambil es batu di lantai III. “Biasanya kalau mengambil es batu adalah pagi hari. Tapi karena tadi takut mengganggu maka saya baru mengambil es batu sekitar pukul 12.30,” terang Tri dengan mukan ketakutan.

Melihat pemandangan seperti itu, Tri langsung menjerit dan bergegas turun. Jeritan Tri mengejutkan para pelayan rumah makan lain dan beberapa pembeli. Dalam waktu singkat, puluhan warga dan mahasiswa Undip berdatangan untuk melihat kejadian itu. Tak lama kemudian, jajaran Polres Semarang Selatan pun tiba di TKP untuk melakukan penyelidikan. “Saya tidak kenal dia. Dia itu tamu bos saya. Dia kesini Rabu kemarin,” tambah Tri.

Sementara itu, pemilik rumah makan Robin Permata (53) mengatakan, korban adalah temannya yang sama-sama dari Medan. Kedatanganya ke rumah tersebut adalah untuk beristirahat. ”Dia (Sukarman- red) adalah teman dekat saya. Tiga hari lalu, Sukarman pernah bilang kalau ingin mengakhiri hidupnya. Katanya, dia ada masalah dengan rumah tangganya,” ungkap Robin.

Selain itu, lanjutnya, Sukarman juga terbelit hutang. Tiga bulan lalu korban membeli mobil dengna cara kredit. Baru sekali membayar angsuran, sudah tidak bisa membayar angsuran hingga mobilnya ”ditarik” oleh dealer. “Kehidupan dengan istrinya juga ada masalah. Dia akan cerai dengan istrinya. (saf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s