Mahasiswi Cantik Digendam, Halo-halone Dibetot

Posted: Juni 14, 2008 in hukum dan kriminal

SEMARANG – Penipuan dengan modus hipnotis dengan ilmu gendam kembali terjadi di Kota Semarang, Jum’at (13/6) kemarin. Seorang mahasiswi UNDIP asal Magelang, Riza Puajayani (22) menjadi korbannya. Akibat dari kejadian itu, Mahasiswi yang kos di Wonodri Kebondalem itu kehilangan 2 buah HP dan uang tunai Rp 130 ribu. Barang-barang tersebut ditukar oleh pelaku tumpukkan kertas yang kata pelaku adalah uang Rp 10 juta. Untuk proses penyidikan lebih lanjut, mahasiswi tersebut melaporkannya ke Mapolwiltabes Semarang.
Dalam laporannya, Puajayani mengatakan kejadian tersebut bermula saat dirinya sedang naik bus dari Magelang menuju ke Semarang untuk kembali kuliah. Di dalam bus, ia duduk berdampingan dengan seorang pria setengah baya yang memakai kemeja batik dan mengenakan peci hitam. Sebetulnya lanjut Puajayani sudah males untuk meladeni dia berbicara, namun dia selalu mengajak ngobrol dan tidak bosan-bosannya memberi nasehat kepada dirinya dan dia juga berpesan supaya ia banyak beramal.
“Dia mengajak kenalan dan mengaku bernama Muhammad, sebetulnya saya sudah males tapi dia ngobrol terus dan menasehati saya supaya banyak beramal, dan saya sendiri tidak tahu maksudnya,” ujar Puajayani kepada polisi.
Dan saat ngobrol itu, laki-laki tersebut tiba-tiba memegang tangan korban sambil menepuk-nepuk. Dan entah karena ilmu hipnotisnya, Riza jadi menuruti setiap kata-kata pelaku. Bahkan saat pria “dakwah” soal agama, Riza mengaku sangat terpaku dan tidak sadar perjalanannya sudah sampai di Banyumanik.
“Saya tidak sadar kalau sudah berada di Banyumanik, saya juga manut ketika diajak ke Pasar Johar, padahal saya sudah janjian sama pacar saya supaya dijemput di Banyumanik,” tambahnya.
Sesampainya di pasar Johar, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan meminta foto korban dan dua HP serta dompet korban yang berisi uang Rp 130 ribu dan kartu identitas. Setelah mendapatkan barang-barang korban, pelaku pura-pura menitipkan tas yang dibawanya yang katanya berisi uang Rp 10 juta. Pelaku juga menyuruh korban untuk membeli nasi bungkus yang kata pelaku sebagai syarat menambah ilmu pelindung diri.
“Saya disuruh membeli nasi bungkus katanya untuk syarat menambah ilmu pelindung diri. Dan saat disuruh membeli nasi bungkus yang kedua, pelaku sudah tidak ada di tempat (sudah kabur.red),” ujarnya.
Karena pelaku sudah tidak ada, korban lantas berusaha mencari-cari namun tetap tidak ada, Riza memberanikan diri membuka tas yang dititipkan kepadanya. Ternyata tas tersebut hanya berisi amplop cokelat bertuliskan Rp 10 juta. Dan saat amplop itu dibuka, ternyata isinya bendelan potongan kertas kwitansi yang jumlahnya ratusan lembar.
“Saya coba buka tas itu, ternyata isinya hanya potongan kertas. Kemudian saya menelephone pacar saya untuk dijemput di Johar dan saya diantar ke sini (Polwiltabes.red),” pungkasnya. (tah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s