Terancam Ditutup Bos-bos PSK Gambilangu Siap Lawan Pemerintah

Posted: Juni 13, 2008 in NYANGKUT PELACURAN

KENDAL – Rencana Pemkab Kendal akan melakukan penutupan pelacuran (lokalisasi Gambilangu alias JBL) yang berada di Dusun Platen, Desa Sumberejo, Kaliwungu Kendal, membuat kalangan bos-bos perempuan seks komersil (PSK) setempat gelisah. Pasalnya, jika pemerintah bener-bener menutup komplek yang sudah berusia sejak Orde baru berdiri itu, selain bisnisnya yang berlimpah itu akan mati, juga akan menambah gejolak sosial.

Sejumlah bos-bos PSK setempat ketika ditemui HARIAN METEOR, Sabtu (13/6) kemarin, mengaku sudah resah. Dan mereka tetap akan menolak dan jika perlu akan melakukan perlawanan dengan bentuk aski demo turun ke jalan bersama para PSK-PSK menuju kantor wakil rakyat kendal dan kantor Bupati Kendal. ”Ya coba aja kalau pemerintah berani menutup. Kami disni pasti akan melawan keras. Disini, kami ini salah satu pendukung pendapatan asli daerah (PAD). Ya coba bayangkan, tidak mati Rp 9 jutaan untuk yang resmi ek kas daerah saja,”ujar salah seorang mucikari ini didampingi bersama bos-bos PKS lainnya, kepada koran ini. Mereka mengaku tidak berani disebutkan namanya karena khawatir pengurus komplek setempat tersinggung.

Narti (23), seorang penghuni PSK setempat asal Ngaliyan Semarang ini dirinya akan mati-matian menolak rencana Pemkab Kendal menutup komplek yang sudah menjadi tempat kehidupannya. Selama ini ia hanya bisa menghidupi anak-anaknya dari tempat prostiusi tersebut. Ia rela jadi wanita penghibur karena ditinggal suaminya kawin lagi dengan perempuan lain.

Sementara, Julius seorang aktifis Kendal yang juga salah seorang pengurus harian Persatuan Artis Fim Indonesia (Parfi) Jateng, tidak mengomentari setuju denganpelarangan komplek lokalsiasi JBL ini seperti yang ditulis HARIAN METEOR (edisi Rabu 11/6) berisi tentang menyatakan setuju pelarangan itu dengan dasar pemkab Kendal harus menyiapkan solusinya dengan tepat.

Saya justru menolak dengan tegas. Bagaimana nasib perempuan-perempuan yang sudah terlanjur mapan hidup disana (lokalisasai JBL, red). Kalau diitutup mau dikenakan mereka. Dala hal ini pemerintah tidak berpikir pada dampaknya. Lokalisasai Sunan Kuning (SK) di Semarang saja tidak menutup. Mengapa Kendal kok mau menutup? Dari sinilah berarti pemerintah tidak berpihak pada masyarakat lemah,”papar Julius, menanggapi pemberitaan HARIAN METEOR yang perlu diluruskan, kemarin.

Bagaimana tanggapan pihak pengurus lokalisasi Gamblangu terkait dengan ancamannya akan penutupan ini? Hingga Sabtu (13/6) kemarin, pengurusnya belum bisa dimintai konfirmasi koran ini. Ketua pengurus lokalisasi, Rakilan sendiri, ketika ditemui masih ada diluar kota. Sedang sejumlah pengurus lainnya yang berhasiul ditemui wartawan koran ini malah enggan berkomentar. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s