LSM Kendal Siap Bela PSK Gambilangu

Posted: Juni 11, 2008 in NYANGKUT PELACURAN

KENDAL – Rencana Pemkab Kendal yang akan serius menutup komplek lokalisasi Gambilangu yang dikenal JBL, wilayah Desa Sumberejo, Kaliwungu Kendal, mendapat protes berat dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat. Kalangan aktifis Kendal menolak keras jika Pemkab Kendal akan menutup komplek dengan alasan dan dasar yang tidak tepat. Jika Pemkab Kendal yang kini dipimpin Wabup Hj Dra Siti Nurmarkesi tetap menutup, maka LSM-LSM Kendal akan mengadangnya dengan tegas, bakhan akan menurunkan massanya.

Penentangan tersebut disampaikan Kumaidi, ketua dari LSM Masyarakat Peduli Penegakan Hukum (MPPH) Kendal mengaku tidak habis pikir dengan langkah Pemkab Kendal yang akan menutup komplek lokalisasi (seperti diberitakan HARIAN METEOR, edisi Senin, 9/6). Menurut Kumaidi, Pemerintah harus mempertimbangkan dampak yang timbul. Yang sangat disayangkan, dalam merancang Perda tentang pelarangan pelcuran tersebut Pemkab tidak melibatkan unsur dari LSM, pemerhati sosial, dan terutama para PSK dan mucikari-mucikarinya.

Seharusnya ini diimbangi dengan solusi yang baik oleh pihak pemerintah, dalam hal ini Pemkab Kendal. Para PSK diundang bersama muucikari, jika komplek JBL ditutup mereka akan dibekali hidup dalam bentuk ketrampilan seperti apa. Karena jika langkah Pemkab asal main tutup, bisa jadi PSK akan turun ke jalan dan masuk ke Alun-alun, siapa yang akan menanggung benannya? Masyarakat kendal kan yang akan malu. Inilah yang harus dipikir panjang Pemkab,”ujar Kumaidi, Rabu (11/6) menanggapi berita HARIAN METEOR, kemarin.

Sementara, Robert Julius Sinaga seorang aktifis Kendal dan seorang wakil ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Jateng ini juga menyayangkan sikap Pemkab Kendal yang akan menutup sarana komplek pelacuran di wilayah Kendal. Menurut dia, di Kendal hanya ada satu komplek lokalisasi yaitu di kawasan Gambilangu, Desa Sumberejo, Kaliwungu Kendal.

Saya membaca ini akan terjadi kesenjangan sosial yang luar biasa di wilayah keamanan Kendal sendiri. Mengapa, seorang wanita sampai terjun ke dunia hitam maaf aja, karena desakan hidup. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa hanya untuk bertahan hidup selain harus menjual diri di komplek. Ini kerjaan tidak mudah. Saya setuju jika memang ada larangan dan ditegaskan untuk membubarkan lokalisasi, tapi pemerintah harus sudah siapkan solusinya terlebih dahulu. Arti disini, adalah kebijakan pemerintah tidak ada yang dirugikan,”ujarnya Julius, kepada koran ini melalui ponselnya, kemarin.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, rencana penutupan lokalisasi di wilayah Kendal, Pemerintahan Kabupaten Kendal sudah mengirimkan rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal tahun 2008 tentang Penanggulangan Pelacuran di Kabupaten Kendal ke DPRD setempat. Isi rancangan menyatakan akan menutup komplek pelacuran. Di Kendal hanya ada satu komplek lokasisasi tapi populer yaitu lokalisasai Gambilangu yang dikenal dengan komplek JBL. Dan sejumlah fraksi di DPRD Kendal ada lampu hijau untuk menyetujui kebijakan pemerintah tersebut, salah satunya Fraksi PKB yang secara terang-terangan mendukung langkah Bupati Kendal. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s