Karyawan FWI Demo PN, Tuntut Terdakwa Surya Dihukum Berat

Posted: Juni 11, 2008 in kasus sidang

SEMARANG – Aksi demo kembali digelar sekiat 50-an karyawan PT Flying Wheel Indonesia (FWI) Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (11/6). Tuntutannya, terdakwa Surya Darma alias Lie Gie dalam kasus pemalsuan amplas dijatuhi hukuman berat. Aksi demo tersebut sekitar pukul 10.30 siang dengan pengawalan tidak cukup serius dari aparat kepolisian setempat.

Dalam orasinya, mereka membawa puluhan poster yang berisi berbagai tuntutan, terutama tuntutan agar terdakwa Surya dihukum berat oleh mejalis hakim PN Semarang. Dengan semangatanya mereka mengadukan nasibnya yang terancam menjadi pengangguran karena PT FWI terancam ditutup.

Koordinator Aksi, Panggih Sumarsono menyatakan bahwa aksi pemalsuan produk Flying Whell telah menjadikan para karyawan perusahaan tersebut menderita. “Dari pertama buka pada 1996 hingga 1997, produk kami laris bak kacang goreng. Sampai-sampai kami sulit melayani pemesanan daerah, dan siap go international. Namun sejak pemalsuan pada 1998, produksi kami tidak laku dan macet,” ucap Wisnu.

Akibatnya, lanjut dia, banyak karyawan mengundurkan diri karena melihat masa depan perusahaan mereka suram. Semula, lanjut Wisnu, karyawan ditempatnya sekitar 200-an orang, namun sekarang hanya tersisa 52. “Kami, mohon pemalsu-pemalsu seperti Surya Sudarma itu dihukum seberat-beratnya dan dibabat habis dari bumi Indonesia karena telah menginjak-injak harkat dan hajat hidup kami,”ujarnya.

Di halaman PN, mereka melakukan orasi secara bergantian dengan alat pengeras suara. Aksi tersebut dijaga ketat puluhan personel Polres Semarang Barat. Setelah berunjukrasa sekitar 1 jam, massa dipersilahkan masuk untuk audiensi dengan ketua PN. Tak seperti pada unjuk rasa kali pertama lalu yang hanya lima perwakilan yang audiensi, kali ini seluruh pendemo mengikuti audiensi yang berlangsung di Ruang Sidang Utama.

Ketua PN Amiryat SH, didampingi Humas Amin Sembiring SH dan Kapolres Semarang Barat AKBP Sugihardi menyatakan bahwa dirinya akan menjamin peradilan yang bersih dan professional dalam proses kasus Surya Sudarma. Amiryat yang kebetulan adalah ketua majelis hakim kasus tersebut mejamin akan memutus dengan adil.

“Tapi keadilan bukan berarti sama rata tetapi proporsional dengan melihat fakta-fakta persidangan baik saksi-saksi, surat-surat maupun alat bukti yanglain,” tuturnya menangkan pendemo.

Seperti diberitakan, kasus ini berawal dari keberhsilan polisi membongkar dugaan praktik pemalsuan ampelas merek Flying Wheel pada 31 Maret 2007 lalu. Pembongkaran ini menindaklanjuti laporan PT Flying Wheel soal adanya pemalsuan produknya.

PT Flying Wheel melaporkan Surya Sudarma alias Lie Guie, pemilik PT Surya Semarang Sukses Jayatama beralamat di Jalan MT Haryono No. 760-762. Akibat pemalsuan tersebut, PT Flying Wheel mengklaim pihaknya terancam gulung tikar.

Saat ini proses persidangan tinggal menunggu vonis majelis hakim yang direncanakan 24 Juni mendatang. Beberapa waktu lalu, jaksa penuntut umumm, Eko Suwarni SH telah mengajukan tuntutan pada terdakwa untuk dihukum penjara 2,5 tahun dan denda Rp. 50 juta subsider kurungan tiga bulan. (tio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s