Lokalisasi Gambilngu Terancam Ditutup Pemerintah

Posted: Juni 9, 2008 in NYANGKUT PELACURAN

KENDAL – Rencana penutupan lokalisasi di wilayah Kendal, kini tinggal menunggu waktu. Senin (9/6) kemarin, Pemerintahan Kabupaten Kendal mengirimkan rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal tahun 2008 tentang Penanggulangan Pelacuran di Kabupaten Kendal ke DPRD setempat. Isi rancangan tersebut, menyatakan akan menutup komplek pelacuran. Di Kendal hanya ada satu komplek lokasisasi tapi populer yaitu lokalisasai Gambilangu yang dikenal dengan komplek JBL.

Dari draf tersebut, hampir semua Fraksi di DPRD Kendal menyetujui. Kini tinggal menunggu gedokan ‘palu dewan’ saja. Salah satu Fraski yang mendukung bulat-bulat adalah Fraksi PKB. Salah seorang anggota fraksinya, Pamuji Utomo seusia ikuti sidang Perda tersebut, kepada koran ini mengatakan, pihaknya menyetujui isi Perda yang dirancang Pemerintah Kendal.

“Ya kita dukung agar Kendal bebas dari hal-hal yang berbahu maksiat. Melihat rancangannya tidak menyebut lokalisasi JBL (Gambilangu). Tapi kan di Kendal ini hanya ada satu komplek lokalisasi (pelacuran) yaitu di Gambilngu Kaliwungu. Yang jelas dari fraksi kami sepakat akan mendukungnya. Dan komplek merupakan penyakit masyarakat diduga disana itu ya untuk mabuk-mabukan dan yang jelas ini adalah tempat dan sarana untuk pengembangan kemaksiatan,”tandas Pamuji yang lebih akrab dikenal Tomy ini, kepada harian ini, di kantornya, kemarin.

Berdasarkan rancangan Perda pelaranga pelacuran di Kendal tersebut Pemka Kendal degan pertimbangan, bahwa suatu tempat pelacuran pada uumnya digunakan untuk penjudi, pecandu miras, tempat transaksi narkotika dan obat-obat terlarang lainnya. Selain itu, komplek pelacuran juga dipandang sebagai tempat bersembunyi dan menyusun setrategi para penjahat, serta menjadi sumber penyakit masyarakat.

Da pada BAB IV tentang penindakan, pengendalian, pengawasan dan partisipasi msyarakat bagian ke satu  penindakan pasal 10, disebutkan, Bupati berwenang menutup dan menyegel tempat-tempat yang digunakan atau menyembunyikan indikasi atau bukti yang kuat sehingga patut diduga tempat tersebut digunakan sebagai tempat pelacuran. Dan pada BAB VI tentang ketentuan pidana, setiap orang yang melanggar ketentuan yang akan ditetapkan tersebut, pelaku (pelacur) diancam dengan hukuman penjara 3 bulan dan atau denda Rp 50 juta. (jec)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s