Semprol, ada LSM ‘Dukung’ Terdakwa Korupsi

Posted: Juni 4, 2008 in kasus korupsi

SEMARANG- Puluhan massa pendukung terdakwa kasus dugaan korupsi asuransi fiktif dari Komisi C DPRD Kota Semarang mendesak Pengadilan Negeri Semarang memvonis bebas terhadap 6 terdakwa korupsi tersebut. Tuntutan itu disampaikan massa yang menyebut dirinya Aliansi Masyarakat akan Keadilan (Almanak) dengan berdemo di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (4/6) kemarin. Sekitar pukul 10.30 massa mencoba masuk ke halaman PN, namun dihalangi oleh petugas dari Polres Semarang Barat. Massa memaksa masuk untuk bertemu dengan Ketua PN Semarang. Setelah bernegosiasi dengan petugas akhirnya hanya 3 orang saja yang diperbolehkan masuk menemui Ketua PN, Amiryat SH. Ketiga perwakilan itu diterima Amiryat dan Wakil Ketua PN, Robert Simorangkir serta Humas Amin Sembiring dan juga Kapolres Semarang Barat, AKBP Sugihardi.

Aris Siswanto sebagai Koordinator Almanak menuduh PN Semarang dalam menangani perkara masih diintervensi oleh pihak luar. Terutama dalam kasus asuransi Jiwa, yang menurut Aris kurang memperhatikan materi hukum. “Pengadilan seharusnya mampu melihat fakta-fakta hukum dalam persidangan sebelumnya dan memutus bebas enam mantan anggota Komisi C yang menjadi terdakwa,” kata Aris.

Menanggapi hal itu Ketua PN, Amiryat menyatakan seluruh proses persidangan adalah kewenangan majelis hakim. Majelis hakim sendiri mempunyai kemandirian yang tidak akan diintervensi oleh siapapun. Ditambahkan Amiryat, sebaiknya pendemo mengikuti proses persidangan. “Siapapun tidak bisa mengintervensi majelis hakim, termasuk saya sebagai Ketua PN. Ikuti saja persidangannya, apabila keputusan hakim tidak memuaskan ada mekanisme untuk mendapatkan keadilan. Tidak puas bisa banding, tidak puas lagi bisa Kasasi,” kata Amiryat.

Terpisah, Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN), Jabir Al faruqi menanggapi aksi para pendemo. Menurut Jabir demo dari kelompok gabungan LSM SUMPPAH, KOMSAK, Gertak, dan Gebrak tersebut tidak lazim, karena meminta terdakwa dibebaskan. Ditambahkannya, pendemo seharusnya menuntut ditegakkannya supremasi hukum. Jabir berharap majelis tidak terpengaruh dan tetap menjaga independensi. “Bisa saja orang mengatakan itu demo pesanan, karena tidak lazim mendemo meminta terdakwa korupsi dibebaskan,” jelas Jabir pada wartawan. (tio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s