BRI Minta Kejari Serius Menangani Korupsi di Bank Jateng

Posted: Juni 2, 2008 in kasus korupsi

Kasus Dugaan Korupsi Bank Jateng

SEMARANG- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota semarang dituntut lebih profesional dan transparan dalam menangani kasus dugaan korupsi di tubuh Bank BPD Jateng (sekarang Bank Jateng). Hal itu disampaikan sejumlah massa yang menamakan dirinya Barisan Rakyat Indonesia (BRI), Senin (2/6) kemarin di Kantor Kejari Semarang. Dalam orasinya koordinator Lapangan, MS Bahri menyebutkan, Kejari harus lebih serius dalam mengusut kasus yang diduga melibatkan mantan direktur Bank BPD Jateng, Waluyo.

Dibeberkan MS Bahri selain kasus proyek jasa aplikasi infosystem switch, ada beberapa proyek lain di Bank Jateng yang merugikan uang daerah senilai miliaran rupiah. Seperti proyek komputerisasi sistem CBS (Computer Banking System) 2006/2007 yang melibatkan jajaran direksi dan kepala cabang serta Dirut bank Jateng.

“Proyek jasa aplikasi infosystem switch senilai Rp. 2,5 miliar adalah tanggungjawab Waluyo Cs. Selain itu ada juga proyek Neon Box dan Neon Shine juga harus di selidiki karena sampai saat ini tidak tersentuh hukum. Kejari harus professional dan transparan sehingga kasus ini tidak menggantung,” papar Bahri.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Semarang Dwi Samudji dan Kasi Intel Erry PM sempat menemui pendemo yang menggelar aksinya di halaman kantor Kejari. Ketika dari Kejari mau beraudiensi, massa menolak karena hanya ingin menyampaikan unek-uneknya dengan berunjukrasa.

Kasus dugaan korupsi Bank BPD (Bank Jateng) yang ditangani Kejari saat ini sudah masuk pada akhir penyidikan. Bahkan menurut Kepala Kejaksaan Negeri Amirullah sudah ada penetapan tersangka berinisial W yang disebut-sebut mantan pejabat Bank BPD Jateng.

Dikatakan Amirullah, dalam proyek jasa aplikasi infosystem switch, Bank BPD mengadakan perjanjian dengan pihak ketiga (rekanan), yakni perusahaan Inticom Berlian Mustika (IBM). Pihak ketiga ini menyampaikan bahwa sistem aplikasi itu ada hak lisensinya, dan mengajukan ke Bank BPD untuk membayar lisensi tersebut. Perusahaan IBM ini sesungguhnya waktu itu belum punya lisensi. Namun Bank BPD terlanjur mengeluarkan uang dengan pihak ketiga ini senilai 25.000 dolar AS. Kejari juga menetapkan tersangka dari pimpinan IBM yaitu S. (tio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s