‘Penyelidikan’ LSM-CJPW Dibalik Geger Bunuh Dirinya Aiptu Darnyoto

Posted: Mei 30, 2008 in hukum dan kriminal

Polres Kendal Dinilai tak Profesional

Masih ingat gegernya aksi nekat bunuh diri Kanit Reskrim Polsek Sukorejo Aiptu Darnyoto di ruangan kerjanya dini hari beberapa waktu lalu? Hingga kini kasus yang melatarbelakanginya masih misterius. Namun ada dugaan kuat, kasus tersebut terkait dengan kasus yang sedang ditangani oknum petugas yang bunuh diri dengan menembakkan senjatanya ke kepalanya sendiri itu. Nah, inilah hasil ‘penyelidikan’ tim investigasi LSM-Central Java Police Watch (CJPW) Jateng yang dirangkum Harian METEOR (Jawa Pos Group) dan diturunkan secara bersambung.

Di kantor Mapolsek Sukorejo, Selasa (6/5) dini hari lalu, anggotanya dikejutkan dengan aksi ditemukannya Aiptu Darnyoto tewas bersimbah darah segar. Anggota petugas kepolisian dengan jabatan terakhirnya Kanit Resintel Polsek Sukorejo tersebut ditemukan tewas akibat kepalanya jebol oleh peluru tajam. Hingga kini, dugaan kuatnya ia melakukan hara-kiri alias bunuh diri.

Tim investigasi LSM-CJPW Jateng yang diketuai Aris Soenarto ini menemukan indikasi kuat akibat tidak profesionalnya Polres Kendal dalam menangani perkara yang sedang dihadapi Aiptu Darnyoto itu sendiri. Mengapa? Berdasarkan tim yang diterjunkan ke lapangan LSM CJPW menemukan adanya indikasi unsur lemahnya Unit P3D Polres Kendal. Pasalnya, sejak Februari 2008 lalu LSM yang bermitra dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan LBH Jateng tersebut telah mengirimkan surat resmi ke Unit Pelayanan Pengamanan Penindakan Disiplin (Unit P3D Polres Kendal) agar kasus yang menimpa Aiptu Darnyoto segera diusut dan dilakukan pemeriksaan. Namun jalan penyelesaiannya terkesan lamban hingga mengakibatkab diri Aiptu Darnyoto sendiri mengalai depresi berat. Terlebih terkait soal uang ’86’ dari pihak keluarga tersangka agar kasusnya aman.

Isi surat yang tertuang dengan nomor 03/CJPW/JT/I/2008 tersebut meminta permohonan untuk pengusutan lepasnya tiga orang tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Giyanto (23), warga Dukuh Tlangu RT 14/05 Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo Kendal. Korban dianiaya dengan tiga pelaku yang sudah jelas identitasnya dan diketahui pihak kepolisian (data identitas para pelaku masih dirahasiakan LSM-CJPW).

Menurut Ketua Ekskutif LSM CJPW Jateng, Aris Soenarto, mengungkapkan, kasus yang terjadi sejak Senin (8/10/2007) lalu hingga Mei 2008 ini jika ditangani pihak Polres Kendal dalam hal ini Unit P3D profesional maka tidak akan berdampak sampai terjadinya aksi bunuh diri Aiptu Darnyoto. Mengapa? Karena, kata Aris, Aiptu Darnyoto segera diperiksa dan siapa-siapa yang terlibat dalam kasus ini, apakah melibatkan atasannya sendiri atau bagaimana.

Ini soal menyangkut dugaan soal uang yang diterima dari pihak keluarga tersangka. Kami berkeyakinan tidak mungkin hanya Aiptu Darnyoto sendiri yang menyimpan uang itu. Sisi lainnya, Polres Kendal dalam hal ini Unit P3D merekomendasikan ke Kapolres Kendal melalui Kasat Reskrimnya agar kasus pembunuhan yang ditangani Polsek Sukorejo agar dilanjut dan segera menangkap para pelakunya. Sudah jelas kok siapa-siapa pelakunya. Dan saya yakin Sat Reskrim Polres Kendal pasti tahu itu. Tapi disini semuanya penuh kejanggalan yang terorganisir didalam kesatuan,”ungkap Aris, kepada METEOR, kemarin.

Nah, mengapa sampai kasus pembunuhan itu tidak terungkap justru pelakunya enak-enakan lolos, dan pihak keluarga pelaku sendiri sampai mengeluarkan uang Rp 14.148 juta agar kasus tersebut aman? (* Tim METEOR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s